Selamat Datang di LSP P1 LPK GETI
  
Selamat Datang di LSP P1 LPK GETI

Tangerang, 3 Juni 2026 — LSP GETI mendorong sertifikasi kompetensi yang lebih terarah agar tenaga kerja tidak hanya mengikuti uji kompetensi, tetapi juga memahami jalur peningkatan kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Dorongan ini menjadi penting karena persaingan kerja semakin menuntut bukti kompetensi yang jelas. Sertifikasi tidak lagi diposisikan sebagai dokumen pelengkap. Lebih dari itu, sertifikasi menjadi alat ukur yang membantu pekerja, lembaga pelatihan, dan dunia usaha membaca kesiapan kompetensi secara lebih objektif.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, penduduk bekerja pada Februari 2026 mencapai 147,67 juta orang. Angka ini menunjukkan besarnya kebutuhan terhadap sistem pengembangan kompetensi yang rapi, terukur, relevan, dan mampu mengikuti perubahan dunia kerja.

Sertifikasi Perlu Berbasis Kebutuhan

LSP GETI menilai pelaksanaan sertifikasi kompetensi perlu disusun berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan. Artinya, pemilihan skema sertifikasi harus sesuai dengan bidang kerja, standar kompetensi, dan proyeksi kebutuhan industri.

Dengan pendekatan tersebut, peserta tidak hanya mengikuti asesmen untuk memperoleh sertifikat. Mereka juga dapat memahami kemampuan apa yang sudah dikuasai, bagian mana yang perlu diperkuat, serta bagaimana kompetensi itu digunakan dalam pekerjaan.

Baca juga : LSP GETI Perkuat Daya Saing SDM di Dunia Industri

Di sisi lain, dunia usaha juga membutuhkan tenaga kerja yang kompetensinya dapat dibuktikan. Karena itu, sertifikasi yang terarah membantu perusahaan dalam proses rekrutmen, penempatan kerja, hingga pengembangan SDM internal.

Mendorong SDM Lebih Siap Industri

Badan Nasional Sertifikasi Profesi menjelaskan bahwa BNSP merupakan lembaga independen yang melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja. Dalam ekosistem tersebut, LSP berperan penting sebagai pelaksana sertifikasi sesuai ruang lingkup lisensi yang dimiliki.

Melalui pelaksanaan asesmen yang lebih terarah, LSP GETI berupaya memperkuat keterhubungan antara pelatihan, standar kompetensi, dan kebutuhan industri. Selain itu, pendekatan ini juga membantu peserta melihat sertifikasi sebagai proses peningkatan kualitas diri, bukan sekadar formalitas administratif.

Baca juga : LSP GETI Jadi Solusi Sertifikasi Kerja Berbasis BNSP

Ke depan, sertifikasi kompetensi yang terstruktur akan semakin dibutuhkan. Tenaga kerja yang mampu membuktikan kompetensinya akan memiliki posisi lebih kuat dalam menghadapi persaingan kerja. Bagi industri, hal ini menjadi modal penting untuk membangun SDM yang produktif, adaptif, dan siap berkembang berkelanjutan.

Leave a Reply