
Sertifikasi digital marketing semakin diburu pada 2026 seiring tren konten pendek dan live commerce yang mendominasi pemasaran digital. Perubahan ini mendorong kebutuhan tenaga kerja dengan kompetensi pemasaran berbasis platform digital.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan peningkatan aktivitas e-commerce dan transaksi digital dalam beberapa tahun terakhir. Pertumbuhan ini menunjukkan perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin mengandalkan platform online.
Secara global, laporan e-Conomy SEA dari Google, Temasek, dan Bain & Company menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi digital didorong oleh konten video pendek, live streaming, dan social commerce. World Bank juga menekankan pentingnya keterampilan digital untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja.
Dampak terhadap masyarakat terlihat dari meningkatnya peluang kerja di bidang content creator, affiliate marketing, dan live streaming commerce. Individu dengan sertifikasi digital marketing memiliki keunggulan dalam memahami strategi pemasaran modern.
Pemerintah Indonesia mendorong peningkatan kompetensi digital melalui program pelatihan dan sertifikasi berbasis industri. Pendekatan ini bertujuan menyesuaikan keterampilan tenaga kerja dengan kebutuhan pasar.
Ke depan, sertifikasi digital marketing diperkirakan akan menjadi standar utama dalam dunia kerja, terutama pada sektor ekonomi digital yang terus berkembang pesat.
