Selamat Datang di LSP P1 LPK GETI
  
Selamat Datang di LSP P1 LPK GETI

STAI Kuningan Gelar Studi Banding ke LSP GETI

Tangerang, 1 April 2026 – Derasnya arus digitalisasi menuntut institusi pendidikan untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan industri yang dinamis. Menjawab tantangan tersebut, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Kuningan mengambil langkah strategis dengan menggelar studi banding ke Global Edukasi Talenta Inklusi (GETI) Incubator. Kolaborasi ini bertujuan untuk membangun sinergi dalam mencetak talenta digital muda yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki pengakuan melalui sertifikasi resmi.

Kunjungan studi banding ini menjadi momentum penting bagi STAI Kuningan dalam memperluas wawasan mengenai ekosistem kewirausahaan digital dan manajemen talenta. GETI Incubator, yang dikenal sebagai salah satu lembaga pelatihan dan inkubasi bisnis digital terkemuka, menjadi mitra diskusi yang tepat untuk menyinkronkan kurikulum akademik dengan standar kompetensi industri saat ini.

Baca juga : Cara Mendapatkan Sertifikasi Profesi Resmi dengan Mudah

Salah satu tantangan terbesar lulusan perguruan tinggi saat ini adalah kesenjangan keterampilan (skill gap). STAI Kuningan menyadari bahwa penguasaan teori di kelas harus dibarengi dengan praktik nyata di lapangan. Melalui studi banding ke GETI, mahasiswa dan tenaga pendidik STAI Kuningan berkesempatan mendalami bagaimana proses inkubasi bisnis digital dijalankan, mulai dari digital marketing, pengelolaan marketplace, hingga strategi ekspor secara digital.

Sinergi ini diharapkan mampu melahirkan ekosistem pembelajaran yang lebih aplikatif. Dengan menggandeng praktisi dari GETI, STAI Kuningan optimis dapat membekali mahasiswanya dengan sertifikasi kompetensi yang diakui secara nasional maupun internasional. Sertifikasi ini menjadi “paspor” penting bagi para lulusan agar lebih percaya diri saat memasuki pasar kerja atau membangun usaha mandiri.

Baca juga : Sertifikasi BNSP Content Creator Perkuat Kompetensi Digital

Di era ekonomi digital, ijazah saja sering kali dianggap belum cukup. Sertifikasi kompetensi menjadi indikator bahwa seseorang telah melalui pengujian standar industri tertentu. Ada tiga alasan utama mengapa STAI Kuningan mendorong penciptaan talenta digital tersertifikasi melalui sinergi ini:

  1. Validasi Keahlian: Sertifikat membuktikan bahwa talenta tersebut benar-benar menguasai tools dan strategi digital terkini.

  2. Daya Saing Tinggi: Perusahaan lebih cenderung memilih kandidat yang memiliki bukti kompetensi spesifik untuk efisiensi operasional.

  3. Kesiapan Global: Dengan pemahaman tentang e-commerce dan ekspor digital dari GETI, mahasiswa STAI Kuningan memiliki peluang besar untuk terlibat dalam perdagangan global.

Studi banding ini bukan sekadar kunjungan formalitas, melainkan langkah awal menuju transformasi STAI Kuningan sebagai institusi yang melahirkan digitalpreneur tangguh. Dengan menggabungkan nilai-nilai etika yang kuat dari basis agama Islam dan keterampilan teknologi dari GETI, para lulusan diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi digital yang beretika dan profesional.

Ke depannya, hasil dari studi banding ini akan ditindaklanjuti dengan berbagai program pengembangan, seperti workshop intensif, seminar karir, hingga program magang di ekosistem binaan GETI. Hal ini merupakan komitmen nyata STAI Kuningan dalam mendukung percepatan transformasi digital nasional yang dicanangkan pemerintah.

Sinergi antara STAI Kuningan dan GETI Incubator adalah bukti nyata bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci sukses dalam mencetak SDM unggul. Dengan mencetak talenta digital yang tersertifikasi, kita tidak hanya menyiapkan pekerja, tetapi membangun pondasi bagi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang lebih inklusif dan berkelanjutan di masa depan.


Leave a Reply